From my beloved husband
Mei 27, 2009

Kenapa Harus Malu Pakai ‘Payung Ojeg’
November 4, 2008
Kemarin saya lihat seorang Bapak di atas motornya pakai celana plastik melapisi celana panjangnya. Memang akhir-akhir ini sedang hujan (baca: musim hujan).. Allahumma shayyiban nafi’an [1]. Tapi koq saya baru lihat celana seperti itu ya (bukan baru, tapi sepertinya emang jarang). Yang jelas, celana itu melindungi kaki si Bapak. Bukankah kalau motornya kehujanan, celana basah, ngga nyaman, ujung-ujungnya bisa masuk angin.
Jadi ingat jas hujan pemberian orang tua saya waktu SMP. Jas hujan dengan penutup kepala itu bisa menutupi dari atas sampai bawah, tentunya akan sangat berguna bagi saya yang berangkat ke sekolah dengan sepeda plus jalan kaki di kala sedang hujan. Tapi, sayangnya jas hujan itu mungkin hanya saya pakai satu dua kali. Ngga ada teman-teman yang pakai jaket seperti saya apalagi dengan warna soft pink yang cantik, sehingga sempat diketawain teman, dan saya pun malu memakainya.
(Puasa Syawal) Jawaban Berkaitan Pertanyaan yang Sering Muncul
Oktober 9, 2008
HUKUM MENGQADHA ENAM HARI PUASA SYAWAL
Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Baaz
Pertanyaan
Syaikh Abdul Aziz bin Baaz ditanya : Seorang wanita sudah terbiasa menjalankan puasa enam hari di bulan Syawal setiap tahun, pada suatu tahun ia mengalami nifas karena melahirkan pada permulaan Ramadhan dan belum mendapat kesucian dari nifasnya itu kecuali setelah habisnya bulan Ramadhan, setelah mendapat kesucian ia mengqadha puasa Ramadhan. Apakah diharuskan baginya untuk mengqadha puasa Syawal yang enam hari itu setelah mengqadha puasa Ramadhan walau puasa Syawal itu dikerjakan bukan pada bulan Syawal ? Ataukah puasa Syawal itu tidak harus diqadha kecuali mengqadha puasa Ramadhan saja dan apakah puasa enam hari Syawal diharuskan terus menerus atau tidak ?
1429 Ramadan Countdown
Juli 17, 2008
Beberapa hari yang lalu sempet iseng bikin program untuk menghitung sisa waktu Ramadhan. Tapi sayang g bisa dipake di WP ataupun FS, karena mereka ga support iframe. Yah.. sedih juga. Tapi lumayan setiap mau coding jalanin dlu program ini di localhost..jadi inget sisa waktu Ramadhan. Btw, ternyata bisa dipasang di blogspot. Sayangnya blog saya sekarang ini ya WP (yah ada kelebihan dan kekurangannya).
Script utamanya di http://umam.web.id/ramadhan/tampil.php
(dipindah)
Kembali ke KP.
Postingan ini dimaksudkan karena kebanyakan orang menyandarkan do’a ini kepada Rasulullaah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Saya juga menanyakan kepada teman saya, katanya Rasulullaah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca do’a ini pada bulan Rajab. Tapi teman saya ini juga ga yakin haditsnya shahih. Lalu saya juga sering membaca tulisan yang menyertakan do’a ini dengan menyandarkan kepada Rasulullaah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam tetapi tidak ada riwayat maupun keterangan yang menyebutnya shahih. Dan ternyata justru saya menemukan bahwa hadits ini cacat. -والله أعلم بالصواب-. Saya sangat setuju kita boleh berdo’a dengan bahasa dan kata-kata sendiri. Walau yang terbaik kita mengamalkan do’a-do’a yang diajarkan Rasulullaah dan juga mengajarkan kepada orang do’a yang sesuai Sunnah. Dan janganlah menyandarkan sesuatu kepada Rasulullaah padahal asalnya bukan dari Beliau.
Akhirnya, tulisan yang saya salin dari http://alatsar.wordpress.com/2007/07/18/doa-bulan-rajab/ ini semoga memberikan keterangan kepada banyak orang terutama yang sering mengamalkannya dengan menganggap do’a tersebut datangnya shahih dari Rasulullaah…
Lafazh do’a tersebut:
اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان
Senantiasa kita mendengar do’a sebagaimana tersebut diatas, saat mendekatnya kita dengan bulan suci Ramadhan. Kebanyakan da’i atau penceramah menyandarkan do’a ini kepada Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam. Namun yang menjadi persoalan adalah, apakah benar do’a ini berasal dari Rosululloh (haditsnya shahih)?
Nash Hadits tersebut, Telah disebutkan dalam Musnad Imam Ahmad (1/259)
حدثنا عبد الله ، حدثنا عبيد الله بن عمر ، عن زائدة بن أبي الرقاد ، عن زياد النميري ، عن أنس بن مالك قال : كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا دخل رجب قال : اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبارك لنا في رمضان وكان يقول : ليلة الجمعة غراء ويومها أزهر .
Menceritakan kepada kami Abdullah, Ubaidullah bin Umar, dari Zaidah bin Abi ar-Raaqod, dari Ziyad an-Numairi, dari Anas bin Malik berkata ia, Adalah Nabi shallallohhu ‘alaihi wasallam apabila masuk bulan Rajab, beliau berdo’a ; “Ya Alloh berkahilah kami dibulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami kepada Bulan Ramadhan. Kemudian beliau berkata, “Pada malam jumatnya ada kemuliaan, dan siangnya ada keagungan.
Takhrij hadits,
Diriwayatkan oleh Ibn Sunny dalam “Amal Yaumi wal Lailah” (659) dari jalur ibn Mani’ dikabarkan oleh Ubaidullah bin Umar Al-Qawaririy.
Dan Baihaqiy dalam Su’abul Iman (3/375) dari jalur Abi Abdullah al-Hafidz, dikabarkan dari Abu Bakr Muhammad bin Ma’mal, dari AlFadhil bin Muhammad Asy-Sya’raniy, dari Al-Qawaririy.
Dan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah (6/269) dari jalur Habib bin Al-Hasan, dan ‘Ali bin Harun ia berkata, menceritakan kepada kami Yusuf Al-Qadhi, dari Muhammad bin Abi Bakr, dari Zaidah bin Abi ar-Raaqod.
Dan AlBazar dalam Musnadnya (Mukhtasar Zawaidul Bazar li Hafidz 1/285) dari jalur Ahmad bin Malik al-Qusyairi dari Zaidah.
Hadits tersebut memiliki 2 cacat,
- Ziyad bin Abdullah An-Numairy
Berkata Yahya bin Ma’in ; Haditsnya Dhaif
Berkata Abu Hatim ; Haditsnya ditulis, tapi tidak (bisa) dijadikan Hujjah
Berkata Abu ubaid Al-Ajry ; Aku bertanya kepada Abu Daud tentangnya, maka ia mendhaifkannya.
Ibnu Hajr berkata : Ia Dhaif
- Zaidah bin Abi Ar-Raaqod
Berkata Al-Bukhary : Haditsnya Mungkar
Abu Daud berkata : Aku tidak mengenalnya
An-Nasa’i berkata : Aku tidak tahu siapa dia
Adz-Dzahaby berkata : Tidak bisa dijadikan hujjah
Komentar Ahlul Ilmi tentang hadits ini,
Al-Baihaqiy dalam Su’abul Iman (3/375) berkata, telah menyendiri Ziyad An-Numairi dari jalur Zaidah bin Abi ar-Raqad, Al-Bukhary berkata, Hadits dari keduanya adalah mungkar.
An-Nawawy dalam Al-Adzkar (274) berkata, kami telah meriwayatkannya dan terdapat kedhaifan dalam sanadnya.
Dan seterusnya lihat http://saaid.net/Doat/Zugail/57.htm
Sumber: http://alatsar.wordpress.com/2007/07/18/doa-bulan-rajab/
Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Bagian Pertama dari Dua Tulisan 1/2
Apabila kita memperhatikan hari-hari, pekan-pekan, bulan-bulan, sepanjang tahun serta malam dan siangnya, niscaya kita akan mendapatkan bahwa Allah Yang Maha Bijaksana mengistimewakan sebagian dari sebagian lainnya dengan keistimewaan dan keutamaan tertentu. Ada bulan yang dipandang lebih utama dari bulan lainnya, misalnya bulan Ramadhan dengan kewajiban puasa pada siangnya dan sunnah menambah ibadah pada malamnya. Di antara bulan-bulan itu ada pula yang dipilih sebagai bulan haram atau bulan yang dihormati, dan diharamkan berperang pada bulan-bulan itu.
Allah juga mengkhususkan hari Jum’at dalam sepekan untuk berkumpul shalat Jum’at dan mendengarkan khutbah yang berisi peringatan dan nasehat.
Ibnul Qayyim menerangkan dalam kitabnya, Zaadul Ma’aad,[1a] bahwa Jum’at mempunyai lebih dari tiga puluh keutamaan, kendatipun demikian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mengkhususkan ibadah pada malam Jum’at atau puasa pada hari Jum’at, sebagaimana sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baca entri selengkapnya »



